Selasa, 22 Juni 2010

Opiniku : Kenapa Poligami

Eta nanaonan A'.
Kem wae atu ah.
Maksud na naon (sembari ceurig) ....
Kur Judul postingan wungkul Neng.
Teu' satuju. Pokokna teu' satuju titik!!!


Poligami, kata yang satu ini kayaknya sangat tidak di sukai oleh kaum perempuan. Saya juga sering nepakke pada diri saya sendiri (nepakke bahasa Indonesianya apa ya.... mengupamakan kayaknya..hehe...)jika saya jadi perempuan dan suami saya mau poligami maka saya akan sangat marah dan reaksi saya yang pertama pasti Aku tidak setujuuuu (sambil nangis).

Tapi secara tidak langsung sebenarnya kita akan menyetujui poligami sebagai alternatif solusi jika memang tidak ada solusi lainnya. Misalnya, jika kita disuguhi oleh dua opsi yang harus kita pilih salah satu. (Opsi A) Mau jadi Istrinya Pemuka Agama yang nomer tiga atau (Opsi B) mau jadi Istrinya orang yang suka main wanita walau tidak di madu.
Saya yakin kalau yang voting kaum perempuan yang akan menang adalah Opsi A walaupun memilihnya dengan berat hati, mengapa???

Menurut saya itu adalah jawaban yang fitrah dari lubuk hati wanita yang memang lebih tenang bersuamikan orang yang mengerti jalan hidup dari pada dengan lelaki yang hanya mengobral kata Cinta. Saya juga sering berpikir, mengapa Tuhan menghalalkan Poligami walau dengan berbagai syarat? bukankah Tuhan Maha Tahu? Jadi saya yakin keadaan seperti sekarang ini Tuhan pasti sudah mengetahuinya, bagaimana dengan teknologi kita bisa melihat gambar-gambar dan Film-film porno hanya dengan sekali klik di Google dot com. Saya mendengar berita hasil survey terbaru bahwa lebih dari 95% anak sekolah (SD-SMA) pernah mengakses situs porno. Dengan kecepatan internet sekarang ini begitu cepatnya, lalu bagaimana 10 tahum lagi, 50 tahun lagi. Bukankah kaum wanita lebih bisa menahan nafsu dari pada laki-laki. Inilah alasan saya kenapa saya setuju adanya Poligami.

Bagaimana Sobat pembaca, sepertinya tidak adil ya, tapi memang rasa keadilan manusia tidak ada apa-apanya dibandingkan keadilan Sang Pencipta Manusia.

Sobat pembaca punya opini lain... Silakan Komen di bawah yah.

Mo baca artikel yang lainnya ....?

Get This

41 komentar:

rosanakmami 22 Juni 2010 19:40   Balas Komentar

teteup teu' satuju.
pokokna mah teu' satuju. titik!!!!

lina@happy family 22 Juni 2010 20:36   Balas Komentar

Kalo yakin bisa bersikap adil dan sang istri benar2 ikhlas dimadu, silakan aja deh.

Aby Umy 22 Juni 2010 22:43   Balas Komentar

poligami, enak x ya?
hehe
enak mana ya ama voli pantai?
ckckckck

rizal 23 Juni 2010 00:09   Balas Komentar

tidak ada yang melarang berpoligami selama kita bisa berlaku adil dan disetjui dari istri...tapi susah untuk berbuat adil itu...

Darin 23 Juni 2010 01:40   Balas Komentar

wah ini isu yang sensitif, tapi bagus juga untuk diangkat hehe.

bagi saya poligami adalah hal yg diperbolehkan. agama pun sudah memperbolehkan. asal tak ada pihak yang merasa dizolimi. nah itu susahnya :)

mun geus tiasa adil mah nya nggeus, why not? hehe

john ws 23 Juni 2010 07:32   Balas Komentar

sorry..pd opsinya: L maya ttap brsama ariel mski sdah ktahuan sprti itu. apa ni bkn realit fitrah y? nuwun

narti 23 Juni 2010 11:27   Balas Komentar

semoga aku tidak dipoligami....

sda 23 Juni 2010 11:28   Balas Komentar

mungkin bisa ya melakukan poligami, tapi adil itu yg sulit kayaknya....
lagian adil tiap orang juga berbeda-beda...sangat relatif...

penghuni60 23 Juni 2010 12:29   Balas Komentar

yg penting bs adil, itu aja kok intinya... iya gak?

asalkan smua akur, gak ada mslh kan?
tp secara pribadi, aku gak mau berpoligami. cintaku, sygku, ckp hnya utk 1 org.
ceileeeee....
:)

Science Box 23 Juni 2010 12:30   Balas Komentar

emang, utk bs berlaku adil itu sgt sulit...
makanya lbh baik gak ush berpoligami.

catatan kecilku 23 Juni 2010 13:01   Balas Komentar

Aku gak mau di-poligami.... :((

the others... 23 Juni 2010 13:02   Balas Komentar

Aku belum bisa membagi hati, sabar dan ikhlas berbagi cinta...

mel 23 Juni 2010 14:42   Balas Komentar

biar pun ibadah.tp kalo aku,dlm hati ga rela ^_^

FA 23 Juni 2010 14:42   Balas Komentar

hatiku blm mampu........

PRofijo 23 Juni 2010 15:06   Balas Komentar

Secara pribadi gak setuju dengan Poligami, sebagai salah satu ketidak adilan kepada kaum hawa....

Laksamana Embun 23 Juni 2010 18:06   Balas Komentar

Saya kurang setuju sobat.. Saya takut kalau saya gak bisa berlaku Adil...

Sudino Dinoe 23 Juni 2010 19:32   Balas Komentar

Saya ragu mau menjawab, tapi jika poligami utk kebaikan saya setuju saja

HASTu W 23 Juni 2010 20:02   Balas Komentar

makasi kunjungannya... klo aku perhatiin rasanya si topik2nya ada rada2 mirip blog aku..

http://telko.blogspot.com/search?q=poligami


o ya, bulan ini aku hiatus dulu dr blog :(
btw, ko ipnya dr amrik... mangnya gi mranto ke amrik ya bro?

Salaaam.........

TUKANG CoLoNG 24 Juni 2010 05:24   Balas Komentar

tergantung situasi dan kondisinya kayak gimana. Kalo ngomongin hati, poligami rasanya menyakitkan, merobek sebuah kata kesetiaan. Tapi kalo pake logika, jarang ketemu cowok yang gag mau berpoligami. Kayak saya.hehe

kalo emang kita sanggup, kenapa gag? tapi saya usahakan untuk gag berpoligami. kalo emang ntar terpaksa berpoligami, ya baru deh laksanain.

om rame 24 Juni 2010 08:28   Balas Komentar

daLam persepsi saya, beLakangan ini kata-kata dengan dasar agama hanya sebagai topeng agar seseorang bisa meLakukan poLigami.
sebenarnya masih banyak cara untuk tidak meLakukan poLigami, memang tidak diLarang tapi bagaimanapun ini menyangkut perasaan seseorang.
aLasan biLa seseorang meLakukan poLigami hanya karena faktor ingin membantu seorang wanita, saya kira kaLopun "dia" memberi sesuatu atau menoLong seseorang dengan dasar keikhLasan, kiranya tidak perLu meLakukan poLigamipun tidak bermasaLah.
daLam persepsi saya ini namanya "memberi mengharapkan pamrih".

mohon maaf agak teLat ngabsen nih.
seLamat pagi, seLamat menjaLankan aktifitas dan saLam sukses seLaLu.

castello 24 Juni 2010 12:04   Balas Komentar

saya tidak s7 tuh ma poligami

bang FIKO 24 Juni 2010 12:42   Balas Komentar

Poligami? Hmmmm... Liat2 dulu deh.. Soalnya kalo masalah prasaan manusia itu kadang gak bisa ditebak. Hari ini bilang nggak, besok bisa jadi ngomong iya. Tergantung situasi juga

om rame 25 Juni 2010 04:33   Balas Komentar

kunjungan dini hari.
dateng enggak di jemput, puLang enggak di anter.

atanotonogoro 25 Juni 2010 15:09   Balas Komentar

ga suka dipoligami -.-" huhuhuu.

FB 26 Juni 2010 03:51   Balas Komentar

Kalo enggak diharamkan ya jangan diharamkan.. Tapi enggak wajib juga...

Eysa 26 Juni 2010 13:50   Balas Komentar

syarat poligami kan berat, harus adil.... dan dijaman ini laki2 adil jarang2... hihihihi

buwel 26 Juni 2010 13:51   Balas Komentar

poligami emang sunnah... :-)

achen 26 Juni 2010 13:52   Balas Komentar

poligami halal bila daripada ntar zinah..., eh tapi sejatinya emang sunnah ding ya hehehehe

rawins 27 Juni 2010 21:29   Balas Komentar

mau bilang ga setuju, ada yang bilang rela jadi istri kedua...
mau bilang setuju, kok kasian ke istri...
kumaha atuh mang..?

Trihas 29 Juni 2010 22:01   Balas Komentar

Saya sangat setuju dengan poligami, meskipun belum tentu mampu menjalankannya. Karena hal ini sudah ditentukan oleh Alloh dalam Al'Quran dan menjadi sunnah Rosululloh, dimana jika kita mengaku sebagai umatnya, maka tidak boleh menolaknya.

Dilihat dari realita jaman sekarang rasio jumlah laki-laki dan jumlah perempuan tidak sebanding, lebih banyak perempuannya, sehingga tidak mungkin masing-2 wanita mendapat satu pria, krn jumlah prianya tidak cukup. Oleh karena itu berbagilah dengan sesama wanita, agar mereka juga bisa menikah, dan terhindar dari zina. Dengan poligami wanita akan tetap terjaga kehormatannya.

Salam,

Property 29 Juni 2010 22:04   Balas Komentar

Saya juga setuju poligami..

Sriayu 30 Juni 2010 12:31   Balas Komentar

'Sesuatu' yg telah diizinkan Allah menurut syari'ah, tentu ada 'manfaat'-nya. 'Manfaat' ini hanya dapat 'dirasakan' oleh hamba2-NYA yg mampu mengkolaborasikan antara 'ilmu' dan 'hikmah' secara holistik. Bingung teman...? Sama dong...! he he he...!

Salam blogger

Pojok Pradna 2 Juli 2010 20:30   Balas Komentar

gak adil rasanya, kalau sudah dibolehkan oleh Sang Pencipta tapi kitanya sendiri malah menolaknya :)

Toh syaratnya lumayan berat,
kalau tidak bisa memenuhi syarat tapi masih nekat dan terbukti tidak mampu...ya ditanggung sendiri akibatnya kini ataupun kelak :)

Sepatu Futsal Murah 7 Juli 2010 11:36   Balas Komentar

atuch gan, aye kgk tau tuch bhs...buth translation nech...he...kunjungan n salam kenal gan...welcome to my blog...........

Kasep Tenan 5 November 2011 14:35   Balas Komentar

Low aku mudah2an stia ma atu istri mas xixix....

Free Download 25 November 2011 15:50   Balas Komentar

Ngumpanin istri satu saja masih blum bisa mas hehehe

Pengikut

  © Blogger templates ProBlogger Template by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP